Perangkat Terapi TENS Frekuensi Menengah
TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) dan perangkat terapi frekuensi menengah banyak digunakan sebagai alat non-farmakologis dalam manajemen nyeri. Prinsip kerjanya...IPLTerapi ini bersifat komplementer dan aplikasinya sangat cocok untuk berbagai skenario. Terapi ini dapat memblokir sinyal nyeri dan mempercepat perbaikan lokal pada tingkat fisiologis, menjadikannya solusi tambahan yang lebih disukai untuk nyeri muskuloskeletal, nyeri pasca operasi, dan kondisi serupa lainnya.
- Prinsip Inti: Tiga Mekanisme untuk Menguraikan Kode Rasa Sakit
- Teori Kontrol Gerbang: Memblokir Transmisi Rasa Sakit
Tanduk posterior sumsum tulang belakang mengandung "gerbang nyeri," tempat serabut halus mengirimkan sinyal nyeri dan serabut kasar mengirimkan sinyal taktil. TENS dan arus frekuensi menengah mengaktifkan serabut kasar, menutup gerbang nyeri dan secara langsung memblokir transmisi sinyal nyeri ke otak. TENS frekuensi tinggi (>100Hz) dengan cepat menutup gerbang, sementara elektroterapi frekuensi menengah lebih meningkatkan efek pemblokiran melalui stimulasi yang dalam.
- Pelepasan Zat Analgesik Endogen: Mengaktifkan "Pereda Nyeri Alami" Tubuh
Stimulasi listrik mendorong sekresi zat analgesik seperti endorfin dan serotonin, sekaligus menghambat pelepasan faktor inflamasi, sehingga mengurangi rasa sakit pada sumbernya. Studi menunjukkan bahwa efek "analgesia alami" ini dapat secara signifikan mengurangi skor nyeri tanpa efek samping obat.
- Peningkatan Sirkulasi Lokal: Percepatan Metabolisme dan Perbaikan
Arus frekuensi menengah (1kHz-100kHz) memiliki daya tembus yang kuat, yang dapat melebarkan pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah lokal, dan meningkatkan aliran darah sebesar 20%-30%. Hal ini dapat mempercepat pengeluaran zat penyebab nyeri (seperti asam laktat dan mediator inflamasi) dan mengantarkan nutrisi ke jaringan yang rusak, membantu mengurangi pembengkakan dan memperbaiki jaringan.










