Ada pertanyaan? Hubungi kami: 86 15902065199

Terapi Medan Magnet Transduksi Super PEMF Physio Magneto Baru

Terapi Medan Magnet Transduksi Super Physio Magneto PMST yang inovatif menggunakan medan magnet yang kuat untuk mendorong regenerasi dan rehabilitasi sel.

Dengan memicu reaksi anti-inflamasi, PMST secara efektif meredakan nyeri dan mengurangi peradangan di daerah tubuh yang terkena. Terapi ini sangat bermanfaat bagi individu yang mengalami nyeri akut, peradangan yang mudah kambuh, nyeri neuropatik, nyeri yang menyebar, dan kondisi degeneratif seperti Osteoarthritis. PMST sangat mudah ditoleransi dan dapat memberikan kelegaan bahkan bagi pasien yang menderita kondisi rematik yang parah.

Gambar 2

PMST berbeda dari bentuk umum terapi medan magnet atau PEMF karena frekuensi osilasi yang tinggi yaitu 1000-3000 Hz dan kekuatan 4 Tesla. Instrumen ini memungkinkan kedalaman penetrasi yang tinggi (18 cm) dan berbagai macam indikasi.

PMST 40% lebih kuat daripada PEMF dan memungkinkan kedalaman penetrasi yang lebih tinggi hingga 18 cm, bekerja pada tingkat seluler dan saraf, bukan hanya pada otot.

Oleh karena itu, sesi PMST dapat mengobati berbagai indikasi yang jauh lebih luas dibandingkan dengan PEMF.

Efek Biologis dari Pengobatan PMST

Penggunaan terapi PMST dapat menghasilkan hasil biologis yang bermanfaat. Semua sel terlibat dalam reaksi kimia yang mendukung metabolismenya. Persyaratan penting untuk reaksi ini adalah permeabilitas membran sel. Membran sel yang stabil menjamin lewatnya zat-zat penting. Setiap perubahan patologis mengganggu proses ini, berpotensi menyebabkan penyakit. PMST berpotensi memberikan dampak positif pada reaksi kimia dan potensi aktivitas seluler. Dengan memanfaatkan PMST, dimungkinkan untuk mengaktifkan kembali pompa natrium-kalium dan memulihkan proses seluler normal.

Medan magnet yang efektif secara terapeutik
Pemulihan potensial membran
Stimulasi mekanis saluran ion

Physio Magneto adalah satu-satunya terapi elektromagnetik yang disetujui untuk pengobatan penyakit muskuloskeletal pada otot, tulang, sendi, saraf, tendon, dan jaringan. Efektivitas terapi transduksi elektromagnetik dalam mengurangi rasa sakit untuk:

Penyakit sendi degeneratif – Tanda-tanda keausan, misalnya artrosis (lutut, pinggul, tangan, bahu, siku), herniasi diskus, spondilartrosis
Terapi nyeri – Nyeri (kronis), misalnya nyeri punggung, nyeri pinggang, nyeri tegang, radikulopati, nyeri tumit.
Cedera olahraga – Peradangan (kronis) pada tendon dan persendian, sindrom kelebihan beban tendon, osteitis pubis


Waktu posting: 13 Juli 2024